Alhamdulillah, masalah printer Epson L300 kesayangan saya yang macet tidak mau ngeprint kemarin saat saya jadi panitia diklat di Balikpapan bisa langsung dapat teratasi dengan mudah.
Masalah printer saya ini berawal dari kebiasaan saya membawa printer setiap kali tugas keluar kota. Karena dibawa dalam perjalanan, maka saya harus menutup kran tinta print Epson L300 tersebut dengan cara memutarnya ke bawah dengan indikator menunjuk pada gambar troli (yang artinya mode Transporting/Perjalanan). Karena pelupa, saat mulai mengeprint saya lupa membukanya. Alhasil, hasil cetak/printout tidak tercetak dengan baik (karena masih terkunci krannya, sehingga hanya sedikit tinta tersisa di ujung saluran saja yang terpakai). Oleh karena itu, jika teman-teman mengalami Epson L300 dan varian ke bawah (L100, L210) maupun ke atasnya (L400) tidak dapat keluar printoutnya (cetak blank), bisa jadi kran printer masih terkunci mode perjalanan.
Masalah tersebut saya perbaiki dengan membuka kran tintanya, lalu seperti sebelumnya saya atasi dengan Ink Flushing. Hati-hati! Ink Flushing ini mengandung risiko. Dan ini saya alami kemarin. Ink flushing yang berlebihan menyebabkan tinta meluber dan kemudian merembes keluar.
Rentetan masalah selanjutnya akibat ink flushing, banyak tinta tumpah keluar yang mengakibatkan ink pad printer oleh software printer dianggap tidak dapat lagi menampung tumpahan tinta. Maka muncullah peringatan:
Saat waste ink pad Epson L300 penuh, jika di ink flush akan luber. |
Rentetan masalah selanjutnya akibat ink flushing, banyak tinta tumpah keluar yang mengakibatkan ink pad printer oleh software printer dianggap tidak dapat lagi menampung tumpahan tinta. Maka muncullah peringatan:
A printer's ink pad is at the end of its service life.
Ya, sistem printer telah menghentikan printer meski kita telah kasih perintah untuk ngeprint, karena ink pad nya dianggap sudah rusak.
Ini risiko punya printer epson L300 |
Apakah perlu membawa printer kita ke service printer? Atau ink pad nya perlu kita ganti?
Hmmm, belum perlu. Kita dapat melakukan reset counter-nya kok. Reset counter? Ya, saya tidak tahu persisnya. Tapi masa berlaku pada software biasanya punya counter yang menghitung jumlah pekerjaan yang telah dilakukan hardware. Misalnya pada kamera, berapa jumlah jepretan yang telah kita lakukan, pada LCD projector berapa jam tayang projector telah dinyalakan, pada printer berapa cetak kertas yang dihasilkan printer tersebut, berapa kali kita membuang tinta pada tempat buangan tinta yang bernama waste ink pad, dan seterusnya.
Cara Reset Waste Ink Pad Epson L300
Caranya tentu saja dengan software resetter untuk Epson L300. Resetter saya pakai dan sukses adalah yang ada di link berikut:
https://docs.google.com/file/d/0B7AYlnjyj4A4Q3JfVkEzdXdJUXM/edit
https://docs.google.com/file/d/0B7AYlnjyj4A4Q3JfVkEzdXdJUXM/edit
Resetter Printer Epson L100 L210 L300 |
- Download saja.
- Jika sudah extract filenya, lalu jalankan Adjprogcracked.exe (seperti di gambar)
- Klik Select untuk memilih tipe atau model printernya (L300 atau yang lain)
- Klik tombol Particular Adjustment Mode
- Setelah muncul jendela lain, scroll ke bawah, lalu di bawah Maintenance, pilih Waste Ink Pad Counter.
- Klik tombol OK, maka akan muncul jendela Waste Ink Pad Counter
- Klik tombol Check, maka akan muncul berapa point counter printer telah menghitung buangan.
- Centang Main Pad Counter dengan cara klik, lalu klik tombol Initialization, maka software resetter ini akan segere mereset counter Waste Ink Pad ke nol.
- Terakhir klik tombol Finish.